Sejumlah alumni penerima Beasiswa LPDP kembali menunjukkan komitmennya dalam memajukan pendidikan di Indonesia melalui keterlibatan dalam kegiatan Kontribusi Alumni Pejuang Digital. Program ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung percepatan transformasi digital, khususnya di wilayah-wilayah afirmasi yang masih menghadapi keterbatasan akses dan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.
Program ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Keuangan melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan Direktorat Sekolah Dasar di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Kegiatan ini juga mendapat perhatian nasional dan secara resmi dilepas oleh Wakil Presiden Republik Indonesia sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap penguatan pendidikan berbasis digital di daerah.

Salah satu alumni LPDP yang turut ambil bagian adalah Inocenty Loe, yang saat ini ditugaskan di SD GMIT Oehani, Kabupaten Kupang. Dalam perannya, ia berkontribusi langsung mendampingi guru dan siswa dalam mengintegrasikan perangkat digital ke dalam proses belajar mengajar. Kehadiran alumni seperti Inocenty diharapkan mampu menjadi jembatan antara perkembangan teknologi pendidikan dengan kebutuhan nyata di lapangan.
Kegiatan ini bertujuan untuk mempercepat digitalisasi pembelajaran di daerah afirmasi, sehingga kualitas pendidikan dapat lebih merata. Melalui pendampingan, pelatihan, serta implementasi teknologi sederhana namun efektif, para alumni berupaya meningkatkan kompetensi digital tenaga pendidik sekaligus menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif bagi siswa.
Program Alumni Pejuang Digital ini secara khusus menyasar empat kabupaten di Indonesia, yaitu Kabupaten Kupang, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Merauke, dan Kabupaten Halmahera Utara. Keempat wilayah tersebut dipilih sebagai fokus pendampingan karena dinilai memiliki kebutuhan mendesak dalam penguatan ekosistem pembelajaran berbasis digital. Diharapkan, melalui inisiatif ini, kesenjangan pendidikan antarwilayah dapat semakin diperkecil.

