Berita ini disusun berdasarkan laporan yang dipublikasikan dalam Warta SAJ SMA Santo Arnoldus Janssen Kupang (25 November 2025), yang mendokumentasikan kegiatan dan dinamika terbaru di lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya literasi serta memperluas kontribusi komunitas pendidikan.
Kupang-NTT. Di tengah tantangan kualitas pendidikan yang masih timpang antar wilayah di Indonesia, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali membuktikan bahwa potensi intelektual dari Timur Nusantara tidak bisa dipandang sebelah mata. Mereka hadir dengan suara, logika, serta keberanian untuk berbicara di panggung nasional. Lomba Debat Indonesia (LDI) 2025 menjadi pembuktian bahwa siswa-siswa NTT memiliki standar kompetitif yang sejajar dengan provinsi besar lainnya.
Lomba Debat Indonesia (LDI) adalah ajang bergengsi yang rutin diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Semua provinsi di Indonesia terlibat dalam kompetisi yang menguji kecakapan berpikir kritis, kemampuan berargumentasi, sekaligus wawasan kebangsaan generasi muda.
Tahun ini, NTT meloloskan tiga debater terbaiknya melalui seleksi berlapis dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi. Mereka adalah:
- Virginia Timu Betan – SMA Sto. Arnoldus Janssen Kupang
- Keizya Aprilia Deu Bay – SMAN 1 Kefamenanu
- Arsenius Fandae – SMAS Seminari Pius XII Kisol
Selama lebih dari satu minggu, trio ini ditempa intensif oleh dua pelatih berpengalaman, Oktavianus Pupin Surisno, S.Pd.Gr, dan Dr. Yohanis Nurak Siwa, M.Pd. Materi penguatan meliputi analisis mosi, penyusunan argumen strategis, hingga teknik berpikir alternatif—kompetensi utama dalam dunia debat modern.
“Kami sangat bergembira mengikuti ajang debat tingkat nasional dan siap memberi yang terbaik,” tegas Arsenius, didukung penuh oleh Keizya dan Vira.
Di ruang kerja pimpinan SMA Sto. Arnoldus Janssen Kupang, semangat yang sama tampak terpancar. “Ini adalah kepercayaan besar. Menjadi pendamping peserta debat nasional adalah sebuah berkat,” ujar Pater Aris Wawo, SVD, sembari mengapresiasi dukungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT melalui Bidang Pembinaan SMA dan PKLK.
Selasa, 25 November 2025, tim debat NTT berangkat menuju Universitas Atma Jaya Yogyakarta—menuju gelanggang intelektual tempat ratusan suara cerdas dari seluruh Indonesia beradu argumentasi. Masyarakat NTT kini menaruh harapan besar pada mereka untuk mengharumkan nama daerah dan menegaskan bahwa generasi muda dari wilayah timur juga adalah masa depan Indonesia.
Hiztorys Online mengajak publik untuk terus memberi dukungan bagi para pembawa suara NTT—yang bukan hanya berkompetisi, tetapi juga membawa pesan bahwa pendidikan berkualitas untuk semua bukan sekadar cita-cita, melainkan keniscayaan.

